Ekologi Kelapa Sawit

Pertumbuhan dan produksi kelapa sawit dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor dari luar maupun faktor dari tanaman itu sendiri. Faktor faktor linkungan, faktor genetis, dan faktor teknis-agronomis. Dalam menunjang pertumbuhan dan proses produksi kelapa sawit, faktor tersebut saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Untuk mencapai faktor kelapa sawit yang maksimal, diharapkan ketiga faktor tersebut harus selalu ada dalam keadaan oftimal. Dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kelapa sawit, kali ini akan dibahas faktor faktor yang mempengaruhi dari lingkungan yang meliputi iklim dan tanah.

Iklim

Faktor iklim sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tandan kelapa sawit. Secara umum kondisi kondisi umum yang cocok bagi kelapa sawit terletak antara 150 Lu-150 LS. Beberapa unsur iklim yang paling penting adalah curah hujan, sinar matahari, suhu, kelembapan udara dan anging

  • Curah Hujan

Curah hujan yang optimum diperlukan tanaman kelapa sawit rata rata 2000-2500 mm/thn dengan distribusi merata sepanjang tahun tanpa bulan kering yang berkepanjangan. Curah hujan yang merata ini dapat menurunkan penguapan tanah dan tanaman kelapa sawit. Air merupakan pelarut unsur unsur hara di dalam tanah. Sehingga dengan bantuan air, unsur tersebut menjadi tersedia bagi tanaman. Bila tanah dalam keadaan kering, akar tanaman sulit menyerap ion mineral dari dalam tanah. Oleh sebab itu, musim kemarau yang berkepanjangan akan menurunkan produksi

  • Sinar Matahari

Sinar matahari diperlukan untuk memproduksi karbohidrat (dalam proses asimiliasi) juga untuk memacu pembentukan bunga dan buah. Karenanya, intensitas, kualitas, dan lama penyinaran amat berpengaruh pada proses ini. lama penyinaran optimum yang diperlukan tanaman kelapa sawit antara 5-7 jam/hari. Kekurangan atau kelebihan sinar matahari akan berakibat buruk bagi tanaman kelapa sawit

  • Suhu

Selain sinar matahari dan curah hujan yang cukup, untuk tumbuh dengan baik tanaman kelapa sawit memerlukan suhu yang optimum. Suhu optimum itu berkisar antara 29-300C. Beberapa faktor yang mempengaruhi suhu adalah lama penyinaran dan ketinggian tempat. Makin lama penyinaran atau makin rendah suatu tempat, maka akan terjadi kenaikan suhu. Suhu akan berpengaruh terhadap masa pembungaan dan kematangan buah. Tanaman kelapa sawit yang ditanam pada ketinggian 500 m dpl maka akan terlambat berbunga 1 tahun jika dibandingkan dengan yang ditanam di dataran rendah

  • Kelembapan udara dan angin

Kelembapan udara dan angin adalah faktor yang sangat penting untuk menunjang pertumbuhan kelapa sawit. Kelembapan udara dapat mengurangi penguapan, sedangkan angin akan membantu penyerbukan secara alamiah. Angin yang kering menyebabkan penguapan lebih besar, mengurangi kelembapan, dan dalam waktu lama mengakibatkan tanaman layu. Kelembapan optimum bagi

pertumbuhan kelapa sawit antara 80-90%. Faktor faktor yang mempengaruhi kelembapan ini adalah suhu, sinar matahari, dan lama penyinaran, curah hujan dan evapotranspirasi.

Tanah

Dalam hal tanah, tanaman kelapa sawit tidak menuntut persyaratan terlalu banyak karena dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah (podsolil, latosol, hidromorfik kelabu, alluvial atau regosol). Meskipun demikian kemampuan produksi kelapa sawit pada masing masing tanah tidaklah sama.

Dua sifat utama tanah sebagai media tumbuh adalah sifat kimia dan sifat fisik tanah

  • Sifat kimia tanah

Sifat kimia tanah secara sederhana adalah keasaman tanah dan komposisi kandungan hara mineral yang ada dalam tanah. Sifat kimia tanah mempunyai arti cukup penting dalam menentukan dosis pemupukan dan kelas kesuburan tanah. Budidaya tanaman kelapa sawit tidak memerlukan tanah dengan sifat kimia yang istimewa sebab kekurangan suatu unsur hara dapat diatasi dengan pemupukan. Pemupukan dengan dosisi yang tepat sangat membantu pertumbuhan tanaman kelapa sawit sehingga akan meningkatkan produksinya. Walaupun begitu, tanah yang mengandung unsur hara dalam jumlah besar sangat baik untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman kelapa sawit. Sedangkan keasaman tanah menentukan ketersedian dan keseimbangan unsur pH tanah antara ,0-6,5 sedangkan pH optimumnya adalah 5-5,5.

  • Sifat fisik tanah

Sifat fisik tanah yang baik lebih dikehendaki tanaman kelapa sawit daripada sifat kimianya. Beberapa hal yang menentukan sifat fisik adalah tekstur, sturuktur, konsistensi, kemiringan tanah, permeabilitas, ketebalan lapisan tanah dan kedalam permukaan air tanah. Secara ideal tanaman kelapa sawit menghendakai tanah yang gembur, subur, mempunyai solum yang dalam tanpa lapisan padas, teksturnya mengandung liat dan debu 25-30%, datar, serta berdrainesi baik

Keadaan tifograpi pada areal perkebunan kelapa sawit berhubungan erat dengan kemudahan perawatan tanaman dan pada saat panen tifograpi yang dianggap cukup baik untuk tanaman kelapa sawit adalah areal dengan kemiringan 0-150. Hal ini akan memudahkan pengangkutan buah dari pohon ke tempat pemungutan hasil atau diperkebunan ke pabarik pengolahan. Areal dengan kemiringan lererng diatas 150 masih memungkinkan ditanami, tetapi perlu dibuat teras teras dan panen serta pengangkutan hasi lebih sulit pelaksanaannya

Ditinjau dari sisi kimia dan sifat fisik tanah, bentuk lahan, kedalaman tanah, permukaan air tanah, dan kandungan batu-batuan, kemampuan tanah untuk pertumbuhan kelapa sawit dapat dibagi menjadi empat kelas yaitu:

Kelas I : kesesuaian tinggi, produksi lebih dari 24 ton TBS/ha/tahun

Kelas II: kesesuaian sedang, produksi antara 19-24 ton TBS/ha/tahun

Kelas III: kesesuaian terbatas, produksi antara 13-18 ton TBS/ha/tahun

Kelas IV: tidak sesuai, produksi kurang dari 12 ton TBS/ha/tahun

Walaupun demikian, faktor pengololaan budidaya atau teknis agronomis dan sifat genetis induk

tanaman kelapa sawit sangat menentukan produksi kelapa sawit.

Artikel ini merupakan kiriman dari buahpikiran.info

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *